Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan

gravatar

Polisi Amankan 18 Calon TKI di Bawah Umur

SURABAYA - Diduga melakukan praktik perdagangan manusia (Traficking), sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), PT Bama Mapan Sejahtera, Surabaya, digrebek petugas. Polisi berhasil mengamankan 18 calon TKI yang rata-rata di bawah umur.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Wiwik Setyaningsi mengatakan, penggerbekkan ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada penampungn calon TKI yang mencurigakan.

Menurut Wiwik, calon TKI di PJTKI milik FX Handoko Lesmono ini juga banyak yang menggunakan pemalsuan dokumen. Hal itu diketahui dengan melihat perbandingan berkas dokumen pengiriman yang tidak sama dengan Kartu Susunan Keluarga (KSK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akte kelahuran yang asli.

"Di Akta lahir disebutkan jika yang bersangkutan berumur 19 tahun, tetapi KSK dan KTP nya menunjukkan yang bersangkutan sudah berumur lebih dari 19 tahun. Selain itu, calon TKI ini juga mengaku usianya sengaja dituakan agar bisa berangkat bekerja ke luar negeri," kata Wiwik kepada Wartawan di Mapolrestabes , jalan Sikatan Surabaya, Selasa (30/11/2010).

Ke-18 calon TKI ini, berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Mereka diiming-imingi bekerja di luar negeri dengan gaji Rp7 juta perbulan. Para calon TKI ini berasal dari Ponorogo, Ngawi, Magetan, Blitar dan sejumlah kota lain di Jawa Timur. Rencananya mereka akan dikirim ke Hongkong dan Singapura dalam waktu dekat ini.

Mereka kebanyakan mengaku tergiur karena dalam proses awal keberangkatan ke luar negeri ini dilakukan secara gratis. Namun sebagai gantinya, gaji mereka akan dipotong selama tujuh bulan bekerja di luar negeri.

"Selama 7 bulan, gaji mereka akan dipotong 90 persennya. Setiap bulan mereka digaji 2.100 Dollar Hongkong," lanjut Wiwik.

Sayangnya, saat digrebek, pemilik PJTKI, FX Handoko Lesmana tidak berada ditempat. Yang bersangkutan kabarnya tengah berada di Hongkong. Meski demikian pihak kepolisian menetapkan pemilik tersebut menjadi tersangka. 

gravatar

Persebaya Bertekad Bangkit Di Malang

SURABAYA - Kekalahan menyakitkan 0-1 saat menjamu PSBI Blitar secepatnya dilupakan Persebaya Surabaya. Tim asuhan Suwandi HS bertekad bangkit kala menantang Persekam Metro FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (1/12/2010).

Mendulang poin di Kanjuruhan menjadi menu wajib bagi Bajul Ijo, yang menuai cemoohan setelah kalah di kandang. Padahal sebelumnya, tim yang baru degradasi ke Divisi Utama ini sangat optimistis bisa menyabet poin sempurna setelah mengalahkan Persibo Gorontalo 1-0 di pertandingan perdana.

Suwandi sendiri tengah melakukan koreksi total terhadap permainan timnya setelah kalah mengenaskan di kandang. Ia berupaya Kuncoro dkk secepatnya merespon kekalahan tersebut dengan raihan lebih baik di kandang Metro FC.

“Saya tengah melakukan koreksi semua kesalahan yang dilakukan saat menghadapi PSBI. Intinya pemain tidak bisa memperbaiki permainan dibanding sebelumnya. Semua lini kurang maksimal di pertandingan lawan PSBI,” sebut Suwandi HS, Senin (29/11/2010).

Menghadapi tim asuhan Jonathan, dikatakan Suwandi bukan pekerjaan yang mudah. Metro FC sendiri sudah membuktikan keperkasaan di kandang. Pekan lalu, mereka sempat menenggelamkan Perseru Serui dengan skor meyakinkan 3-1.

Tampilan itu secara tak langsung memberikan peringatan kepada Bajul Ijo agar waspada di Stadion Kanjuruhan. Suwandi sendiri mengingatkan kepada pemainnya bahwa jalan satu-satunya memperoleh angka adalah memperbaiki kinerja di lapangan.

Identik dengan Persebaya, Metro FC juga sangat berambisi menembus pentas Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Itu yang membuat Jonathan dipastikan bakal mati-matian, terutama mengamankan setiap laga kandang.

“Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah naluri mencetak gol. Kita sudah berhasil membuka peluang, tapi selalu gagal memanfaatkan. Bertanding di Malang memang berat, tapi kita tetap menargetkan angka di sana,” tandasnya.

Kelemahan Persebaya sejatinya tak hanya di lini depan. Merekam laga menghadapi PSBI, semua lini bermain buruk dan malah lebih buruk dibanding menghadapi Persigo Gorontalo. Pertahanan yang diharapkan bisa lebih tenang, beberapa kali terlibat dalam kepanikan saat mendapat tekanan.

Lini pertahanan ini bisa menjadi momok di Malang nanti, mengingat Metro FC sendiri bertipikal menyerang. Dipastikan Harmoko dkk tak akan memberikan kesempatan kepada anak-anak Surabaya untuk memegang kendali permainan, apalagi mencuri angka.

Tekanan lain yang dihadapi Suwandi HS adalah mental pemainnya. Tidak menutup kemungkinan kepercayaan diri pemain bakal rontok setelah dicemooh habis-habisan oleh Bonekmania kala keok di kandang sendiri. Jika demikian, hanya permainan luar biasa yang bisa menyuguhkan angka bagi Persebaya.