Tampilkan postingan dengan label Barcelona. Tampilkan semua postingan

gravatar

Puyol Lupakan Ulah Sergio Ramos

Sergio Ramos mendorong wajah Carles Puyol.(foto:Reuters)
BARCELONA – Atmosfir panas pada laga El Clasico seolah mengubah rivalitas Barcelona dan Real Madrid menjadi perang saudara antarpunggawa Timnas Spanyol yang ada di kedua tim.

Puncaknya wasit mengusir Sergio Ramos akibat ulahnya mendorong wajah Carles Puyol,dan Victor Valdez saat para pemain Barcelona memprotes tekel keras Ramos terhadap Messi beberapa menit sebelum pertandingan bearkhir.

“Saya hanya membela rekan satu tim karena saya pikir itu tekel yang sangat keras,” kata Carles Puyol memberi alasan, seperti dikutip Yahoosports,Selasa (30/11/2010).

Puyol kecewa dengan sikap Ramos tapi dia tidak ingin memperpanjang masalah dengan rekan satu timnya di Timnas itu. “Saya punya hubungan yang baik dengan Sergio Ramos, dan insiden itu sudah dilupakan. Apa yang terjadi di lapangan biarlah tetap di lapangan.Saya punya hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan,” papar Puyol.

Puyol tidak ingin membicarakan perseteruannya dengan Ramos dan lebih senang membicarakan kemenangan spekatukeler Barcelona. Hasil ini sangat penting untuk memberikan suntikan kepercayaan diri yang tinggi kepada para punggawa Barcelona untuk melanjutkan perjuangan merebut kembali gelar La Liga.

“Kemenagan ini menimbulakn kepercayaan diri yang besar.Tim kami sangat kuat, dan kami harus melanjutkan segalanya dengan baik. Kami tim yang memiliki pemain yang hebat,” ujar Puyol sumringah.

gravatar

Barca Numero Uno!

BARCELONA - El Clasico milik Barcelona! Skuad besutan Pep Guardiola menggilas Real Madrid dengan lima gol tak terbalaskan di Camp Nou, Selasa (30/11/2010) dini hari WIB. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Blaugrana menggeser Madrid dari puncak klasemen sementara La Liga.

Berbekal tanpa kekalahan sepanjang 12 laga di musim ini, Jose Mourinho datang membawa skuad terbaiknya. Mulai dari sang kapten tim, Iker Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso, duo gelandang Jerman Sami Khedira dan Mesut Ozil, serta sang bintang Cristiano Ronaldo. Hanya saja, Gonzalo Higuain urung menjadi starter dan posisinya digantikan oleh Karim Benzena.

Guardiola pun menyambutnya dengan kekuatan penuh, yakni penjaga gawang nomor satu Barca Victor Valdes, kapten tim Carles Puyol dan Gerrard Pique yang menjadi andalan lini belakang, Xavi Hernandes dan Andres Iniesta menghiasi lapangan tengah, serta trio Pedro Rodriguez, Lionel Messi dan David Villa yang menjadi tumpuan serangan.

Tampil di hadapan sekira 98 ribu publik Camp Nou, langsung membakar semangat awak Blaugrana melancarkan serangan di menit awal. Peluang berbahaya diciptakan Messi di menit 6, saat mengarahkan bola ke sudut atas gawang Casillas.

Tak perlu menunggu lama, yakni hanya empat menit berselang, gemuruh pendukung Barca terdengar menyambut gol pembuka yang dilesakkan Xavi. Berawal dari kerja sama apik Messi dan Iniesta, bola melewati Marcelo dan Xavi menyambarnya, kemudian dengan mudah menaklukkan Casillas. 1-0 untuk Barca.

Tertinggal sementara, Madrid lantas membuka serangan. Memasuki menit 12, Angel Di Maria mencoba peruntungan dengan menembakkan bola ke sudut gawang Valdes. Namun, penjaga gawang Spanyol sukses menghalaunya dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Urung menyamakan kedudukan, gawang Madrid justru harus kebobolan lagi. Tepat di menit 18, umpan lambung mengarah pada Villa yang siaga di sisi kiri kotak pertahanan Madrid, lalu berhasil melewati Ramos dan meneruskan bola pada Pedro yang sigap menyodok di depan gawang. Barca unggul 2-0.

Insiden terjadi memasuki menit 31. Ronaldo kembali memperlihatkan perilaku kurang terpuji pada Guardiola, yang mengamankan bola di pinggir lapangan. CR-7 mendorong bahu Guardiola karena pelatih berkepala plontos enggan menyerahkan si kulit bundar, yang dilemparnya ke dalam lapangan.

Praktis, emosi sejumlah punggawa Barca tersulut, tak terkecuali Valdes yang seketika meninggalkan gawangnya dan menghampiri Ronaldo. Adu mulut sempat terjadi, namun akhirnya mereka bisa dipisahkan. Alhasil, wasit memberikan kartu kuning pada keduanya.

Jelang turun minum, giliran Messi yang diganjar kartu kuning. Bintang Argentina melakukan diving saat dihalau oleh Ricardo Carvalho. Messi menghampiri Carvalho dan sikut pun mendarat di wajah pemain terbaik 2009. Ironisnya, Carvalho terhindar dari hukuman.

Jika dua gol di babak pertama hanya tercipta dalam waktu delapan menit, di awal babak kedua malah kurang dari lima menit. Berawal dari umpan manis Messi yang melewati Pepe, Villa menyambutnya kemudian sukses memperdaya Casillas. Tepat di menit 55, Barca meninggalkan Madrid 3-0.

Ya, hanya berselang tiga menit, Casillas harus merelakan gawangnya kembali dijebol oleh Villa. Lagi, umpan Messi mengarah pada Villa, yang lolos dari perangkap offside, dan mantan striker Valencia mulus menyarangkan bola ke gawang. 4-0 Barca jauh memimpin.

Seakan tak terkejar, Guardiola memutuskan menarik Villa di menit 76 dan menggantinya dengan Bojan Krkic. 11 menit kemudian, giliran Pedro yang digantikan Jeffren Suarez, serta Seydou Keita yang menggantikan Xavi.

Alhasil, di masa injury time, Barca kian membuktikan dominasinya atas Madrid. Tepat di menit 90+1, Jeffren menggetarkan gawang Casillas untuk kali kelima, setelah menerima umpan Bojan dari sayap kanan. Skor 5-0 untuk Barca.

Sesaat kemudian, situasi kembali memanas. Ramos melakukan pelanggaran cukup keras terhadap Messi. Tak mampu menahan emosi, Ramos menghajar wajah Puyol yang menghampirinya, dan sang kapten pun terjatuh. Tak ayal, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Ramos.

Keunggulan Barca pun urung berubah hingga wasit meniup peluit panjang. Mourinho harus menggiring anak-anak didiknya kembali ke Bernabeu tanpa satupun gol bersarang di gawang Valdes. Ya, ini adalah kemenangan ke-47 Barca sepanjang 81 pertemuan dengan Madrid, sejak 1928 silam.

Tambahan tiga angka sekaligus menempatkan armada Azulgrana di puncak klasemen dengan torehan 34 poin. Sementara itu, Madrid praktis tergusur ke posisi runner-up, tetap dengan raihan 32 poin.

Susunan pemain:
Barcelona: Valdes, Alves, Puyol, Pique, Abidal, Xavi (Keita, 87’), Busquets, Iniesta, Pedro (Jeffren, 87’), Messi, Villa (Bojan, 76’).

Real Madrid: Casillas, Ramos, Pepe, Carvalho, Marcelo (Arbeloa, 60’), Khedira, Alonso, Di Maria, Ozil (L. Diarra, 45’), Ronaldo, Benzema.

gravatar

Buruk, Tapi Tak Memalukan

BARCELONA - Jose Mourinho mengakui performa Real Madrid sangat buruk, kala dilibas 0-5 oleh Barcelona dalam duel El Clasico, Selasa (30/11/2010) dini hari tadi. Namun, The Special One enggan mengklaim tim besutannya tampil memalukan.

Tertinggal dua gol di babak pertama, Madrid urung mengejar di paruh kedua dan Barca makin menunjukkan dominasinya, dengan menambah tiga gol. Ya, Xavi Hernandez (10’), Pedro Rodriguez (18’), David Villa (55’, 58’), serta Jeffren Suarez (90’+1) lengkap mempermalukan Los Blancos di hadapan sekira 98 ribu publik Camp Nou.

“Satu tim (Barcelona) bermain sangat bagus, sedangkan tim lainnya (Madrid) sangat buruk,” aku Mourinho, saat jumpa pers usai pertandingan, seperti dilansir Goal.

“Memalukan? Tentu tidak. Mudah saja menerima kekalahan ini karena performa kami memang tidak cukup bagus,” jelas pelatih yang mempersembahkan gelar treble bagi Inter Milan di musim lalu.

“Tahun lalu, saya datang ke sini bersama Inter dan kami kalah. Tapi, kami membayarnya dengan mencapai final Liga Champions dan memenangkannya,” kenang Mou.

“Ya, pekan lalu, kami unggul satu poin dan saat ini, kami tertinggal dua poin. Saya selalu katakan, klub tersebut (Barca) merupakan produk akhir, sedangkan Madrid masih dalam proses panjang,” tegasnya.

gravatar

Dilibas Barca, Bukan Pukulan Telak

BARCELONA - Jorge Valdano dengan besar hati menerima kekalahan 0-5 Real Madrid dari Barcelona. Bahkan, direktur olahraga Los Blancos enggan mengklaimnya sebagai pukulan telak.

Selasa (30/11/2010) din hari WIB, Madrid dipermalukan Barca di hadapan sekira 98 ribu publik Camp Nou. Kelima gol yang dicetak Xavi Hernandez (10’), Pedro Rodriguez (18’), David Villa (55’, 58’), serta Jeffren Suarez (90’+1) tak terbalaskan oleh anak-anak didik Jose Mourinho.

“Kami memiliki pemain-pemain bagus dan pelatih hebat. Jadi, ini bukan pukulan telak,” ujar Valdano pada AS, usai pertandingan.

“Penampilan Barcelona sangat bagus, konsisten dan dengan kepercayaan diri tinggi sejak awal laga. Mereka mencetak gol lewat peluang pertama dan kami kesulitan mengendalikannya,” akunya.

“Sisi buruknya, kami tak bisa mengatasi perlawanan Barcelona yang sangat superior. Tapi sisi baiknya, kami hanya kehilangan tiga poin. Saat ini, kami berharap bisa pulih dari kekalahan,” tutupnya.

Kekalahan ini memaksa Madrid menyerahkan puncak klasemen sementara pada Barca, yang kini mengoleksi 34 poin. Sedangkan Cristiano Ronaldo dkk harus puas menempati peringkat dua dengan 32 poin.

gravatar

Alonso: Belajar dari El Clasico, Madrid!

BARCELONA - Gelandang Real Madrid Xabi Alonso mengungkapkan kekecewaannya, usai kekalahan telak 0-5 dari Barcelona. Alonso meminta seluruh awak Los Blancos belajar dari kegagalan di El Clasico kali ini.

Sepanjang dua musim terakhir, Madrid belum mampu membalaskan kekalahan dalam empat pertemuan di ajang La Liga. Kekalahan di Camp Nou, Selasa (30/11/2010) dini hari tadi, rasanya layak dinobatkan sebagai penampilan terburuk.

Setelah pelatih Jose Mourinho mengakuinya, kini giliran Alonso yang angkat bicara. “Kami tidak mengharapkan hasil ini, tapi masih banyak pertandingan lainnya dan ini bukan akhir segalanya,” ujarnya.

“Mereka dengan cepat mencetak gol pertama, begitu juga yang kedua. Laga terasa sangat kompleks dan kami tak bisa memperbaiki performa,” sesal gelandang internasional Spanyol.

“Tapi saat ini, kami tidak boleh mengkhawatirkannya. Kami harus belajar dari kesalahan yang telah kami lakukan,” tandasnya, seperti dilansir Goal.